Cara Menghitung Kebutuhan Aspal Per M2
Blog

Cara Menghitung Kebutuhan Aspal Per M2

Penulis: Adminlogin • 4 Oktober 2023 • Standar Spesifikasi Bina Marga
"“Menghitung kebutuhan aspal per m2” sangat umum dilakukan untuk memudahkan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada konstruksi jalan. Dengan begitu, Anda dapat mengefisiensikan budget agar lebih ekonomis. Dalam hal ini salah satu bahan material yang penting untuk pekerjaan pengaspalan jalan adalah aspal. Dan penggunaan aspal hotmix adalah salah satu jenis yang umum di gunakan. Kebutuhan […]"
menghitung kebutuhan aspal per m2

“Menghitung kebutuhan aspal per m2” sangat umum dilakukan untuk memudahkan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada konstruksi jalan. Dengan begitu, Anda dapat mengefisiensikan budget agar lebih ekonomis.

Dalam hal ini salah satu bahan material yang penting untuk pekerjaan pengaspalan jalan adalah aspal. Dan penggunaan aspal hotmix adalah salah satu jenis yang umum di gunakan.

Kebutuhan aspal hotmix juga biasanya membutuhkan beberapa campuran material lainnya seperti filler, agregat, aspal bitumen, dan lain-lain. Maka penting untuk memperhitungkan masing-masing dari material tersebut untuk menghasilkan pekerjaan aspal berkualitas baik.

Langkah Menghitung Kebutuhan Aspal per m2

Dengan menghitung kebutuhan aspal maka kita juga dapat menghitung biaya pengaspalan juga. Setidaknya terdapat 4 langkah untuk menghitung kebutuhan volume aspal pada pekerjaan jalan. Caranya tentu sangat mudah, dengan mengikuti langkah di bawah berikut.

1. Menghitung Kebutuhan Aspal Hotmix

Anda bisa mengambil sebuah contoh pada suatu lahan yang akan dilakukan pengaspalan jalan dengan spesifikasi seperti berikut:

  • Lembar jalan : 7 meter
  • Panjang jalan : 4.000 meter (4 km)
  • Ketebalan jalan : 0,075 meter (7,5 cm)
  • Berat aspal hotmix AC-BC : 2,27 ton/ m3
  • Berat aspal hotmix AC-BC : 2,25 ton/ m3

Selanjutnya ketahui luas jalan tersebut dengan cara menghitung dalam satuan m2, yakni luas jalan raya = panjang jalan x lebar jalan.

4.000 meter x 7 meter = 28.000 m2.

Kemudian, hitung rumus untuk kebutuhan aspal dengan cara menghitung volume aspal = luas × tebal × berat jenis aspal, dengan perhitungan sebagai berikut:

  • 28.000m2 x 0,075 meter x 2,27 ton/m3 = 4.767 ton (Aspal hotmix AC-BC);
  • 28.000m2 x 0,075 meter x 2,25 ton/m3 = 4.725 ton (Aspal hotmix AC-WC).

Berdasarkan perhitungan tersebut, diketahui bahwa kebutuhan aspal hotmix untuk luas jalan sebesar 28.000 m2 adalah 4.809 ton. Ini merupakan contoh rumus perhitungan kebutuhan aspal saja. Selebihnya, kembali lagi dengan melihat kondisi lapangan pada pekerjaan aspal Anda.

2. Menghitung Kebutuhan Volume Aspal Bitumen

Setelah menghitung kebutuhan aspal per m2, Anda juga perlu menghitung beberapa kebutuhan volume material pengaspalan lainnya. Seperti kebutuhan aspal bitumen dengan menggunakan Job Mix Formula (JMF) dengan presentase komposisi aspal AC-BC 5,6% atau aspal AC-WC 6,2%. Adapun perhitungan volumenya seperti berikut.

  • 5,6% x 4.767 Ton = 266,95 Ton (Volume aspal bitumen dengan hotmix AB-BC);
  • 6,2% x 4.725 Ton = 292,25 Ton (Volume aspal bitumen dengan hotmix AB-WC).

3. Menghitung Kebutuhan Volume Anti Stripping Agent

Volume yang perlu dihitung selanjutnya adalah bahan anti stripping agent. Biasanya kebutuhan ini cukup menggunakan 0,3% dari total volume aspal bitumen. Adapun cara perhitungannya adalah sebagai berikut:

 = 0,3% x 266,95  Ton = 0,80085 Ton = 800 kg (volume anti stripping agent AC-BC);

 = 0,3% x 292,23  Ton = 0,87669 Ton = 876 kg (volume anti stripping agent AC-WC).

4. Menghitung Volume Filler

Filler merupakan bahan pengisi yang dicampur ke dalam hotmix untuk pengerasan aspal jalan. Adapun perhitungan kebutuhan material ini bisa dengan cara menentukan volume agregat hotmix dan juga volume filler, sesuai rumus di bawah ini.

Rumus perhitungan volume agregat (93,45% / 92,85% x volume aspal per m2):

  • 93,45% x 4.767 Ton = 4.455  Ton (volume agregat AC-BC);
  • 92,85% x 4.725 Ton = 4.387 Ton (volume agregat AC-WC);

Rumus perhitungan volume filler yaitu (1% x volume agregat):

  • 1% x 4.455 Ton = 44,55 Ton = 44.550 kg (volume filler AC-BC);
  • 1% x 4.387 Ton = 43,87 Ton = 43.870 kg (volume filler AC-WC).

Menghitung Kebutuhan Pengaspalan dengan Jasa Pengaspalan Terpercaya

Cara menghitung kebutuhan volume bahan pengaspalan sebenarnya sangat mudah. Namun jika masih bingung dengan cara perhitungan aspal yang cepat, Anda bisa mengkonsultasikannya dengan jasa pengaspalan terpercaya di kota Anda.

Mengandalkan kontraktor aspal sangat membantu untuk memperhitungkan kebutuhan material serta besaran budget yang lebih ekonomis. Dengan begitu, pekerjaan aspal akan lebih mudah, efisien, dan juga menghemat waktu. (Ditulis oleh: perbaikanjalan.co.id).

Butuh Jasa Pengaspalan Terpercaya?

Konsultasikan kebutuhan perbaikan jalan dengan tim ahli kami. Survei & RAB 100% Gratis.

Scroll to Top