Belajar Bagaimana Cara Menghitung Kebutuhan Prime Coat?
Blog

Belajar Bagaimana Cara Menghitung Kebutuhan Prime Coat?

Penulis: Adminlogin • 4 September 2023 • Standar Spesifikasi Bina Marga
"Bagaimana sih cara “menghitung kebutuhan prime coat“? Sudah menjadi pengetahuan wajib bagi para kontraktor untuk mampu memiliki kemampuan menghitung biaya pengaspalan dalam menyukseskan sebuah proyek. Tapi sebelum itu perlu untuk menghitung kebutuhan pengaspalan. Dalam hal ini kontraktor memerlukan keterampilan untuk menaksir kebutuhan prime coat dengan hitungan yang mendekati benar sehingga tidak ada material yang tersisa. […]"
menghitung kebutuhan prime coat

Bagaimana sih cara “menghitung kebutuhan prime coat“?

Sudah menjadi pengetahuan wajib bagi para kontraktor untuk mampu memiliki kemampuan menghitung biaya pengaspalan dalam menyukseskan sebuah proyek. Tapi sebelum itu perlu untuk menghitung kebutuhan pengaspalan. Dalam hal ini kontraktor memerlukan keterampilan untuk menaksir kebutuhan prime coat dengan hitungan yang mendekati benar sehingga tidak ada material yang tersisa.

Terlebih untuk menyelesaikan sebuah proyek tentu tidak semudah menghitung kebutuhan dalam skala rumahan yang terhitung kecil.

Pasti asing bagi anda mendengar kata prime coat tersebut, karena memang istilah tersebut merupakan istilah dalam dunia pengaspalan jalan. Seperti yang sedikit di singgung sebelumnya bahwa lapisan aspal memiliki peranan yang sangat signifikan terhadap keperluan seluruh manusia sehari-hari. Manusia sangat bergantung pada transportasi darat, yang mana akan mendorong kebutuhan media yang baik. Sarana jalan umum adalah media yang di maksud.

Menurut tipenya sendiri, aspal dapat halus dan mulus tentu membutuhkan adanya pelapisan dengan jumlah yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan keadaan keramaian jalan tersebut. Di sini, prime coat memiliki peranan yang sangat besar karena membantu aspal untuk mengikat lapisan pondasi atas dengan agregat berkualitas tertinggi dalam lapisan hotmix AC-BC maupun jenis AC-Base. Sehingga dalam hal ini, kita dapat menyebut bahwa prime coat selalu di perlukan untuk setiap pengaspalan di jenis jalan apapun.

Prime Coat: Lapis Pengikat Yang Sangat Penting Bagi Aspal Anda

Karena lapisan aspal ini memiliki kegunaan yang penting dalam menyusun jalan raya di sekitar anda, maka tak ayal perhitungan jenis material ini tidak boleh abal-abal. Lapis resap pengikat ini di gunakan untuk mengikat makadam, lataston atau laston, dan juga dapat di gunakan untuk melapisi jalan dengan pondasi dari semen, RCC, beton atau CTB. Karena bahan-bahan yang variatif dan fungsinya yang mengikat hingga di bagian pondasi, maka pemberiannya pun tidak boleh berlebih.

Ketika pemberian lapisan ini lebih banyak atau lebih sedikit, maka akan menyebbkan kegemukan bagi yang berlebih hingga menyebabkan bleeding. Sementara jika lapisan yang di masukkan kurang, hal tersebut akan menyebabkan tekstur yang kering dan menyebabkan retakan. Menghitung keperluan prime coat yang sesuai dan tepat adalah kunci untuk memperoleh konsistensi yang pas untuk membuat lapisan jalan raya. Kejadian-kejadian buruk tersebut tidak akan terjadi apabila kontraktor mengetahui komposisinya.

Lalu bagaimanakah cara untuk menghitung seluruh hal tersebut? Bukankah hal itu sulit di lakukan karena luas dan panjang jalan yang sangat besar? Sehingga dapat semua orang pastikan apabila pasti ada kekurangan ataupun kelebihan dalam persiapan barang itu sendiri. Lantas apa saja yang perlu anda perhitungkan agar ikatan antara lapisan pondasi mampu kuat mengikat dan tidak menyebabkan air mudah masuk ke dalam hamparan pondasi aspal?

Berikut Metode Penghitungan Untuk Mengetahui Jumlah Material Kebutuhan Prime Coat

Tidak jauh berbeda dengan lapisan aspal lainnya, sebagai lapis pengikat yang terbuat dari aspal emulsi dan penetrasi ini. Maka Anda harus mempersiapkan takaran sejumlah 80/100 atau 60/70 sesuai dengan stndar ASTM D946/946M-15 yang dapat di encerkan dengan minyak tanah atau bahan lain, yaitu kerosin. Aspal emulsi yang wajib anda perlukan pun sebaknya yang berbahan SNI baik untuk varian kationik maupun anioik. Keduanya berbeda penggunaan yaitu untuk acidic dan basaltic.

Takaran volume material yang harus anda ingat adalah 0,4-1,3 liter yang mana sebelumnya sudah dipastikan tersemprot dengan lapisan resap pengikat dengan kemudian ditutupi bottler sebelumnya. Untuk hasil kadar residu pun sekitar 0,22 sampai dengan 0,72 liter/m2 bagi jenis aspal yang tidak memiliki bahan pengikat. Selain takaran tersebut, terdapat panduan waktu mengenai bahan penyerap yang wajib telah teraplikasikan maksimal 4 jam setelah penyemprotan. Sebab hal ini akan berpengaruh pada hasil aspal yang akan dihasilkan daya rekat yang muncul.

Silahkan hubungi kami bila Anda membutuhkan jasa pengaspalan.

Menghitung kebutuhan prime coat dengan baik dan mengaplikasikan sesuai dengan panduan diatas tidak akan membuat anda menyesal dengan hasilnya. Jadi, jangan pernah tinggalkan panduan tersebut untuk selesaikan proyek anda! (Ditulis oleh: perbaikanjalan.co.id).

Butuh Jasa Pengaspalan Terpercaya?

Konsultasikan kebutuhan perbaikan jalan dengan tim ahli kami. Survei & RAB 100% Gratis.

Scroll to Top