Komposisi dan Bahan Penyusun Aspal Hotmix Agar Kuat dan Tahan Lama
Blog

Komposisi dan Bahan Penyusun Aspal Hotmix Agar Kuat dan Tahan Lama

Penulis: Adminlogin • 14 Desember 2023 • Standar Spesifikasi Bina Marga
"Penggunaan Aspal Hotmix banyak terdapat dalam konstruksi jalan raya di Indonesia. Aspal ini memiliki keunggulan dalam hal ketahanan, stabilitas, dan kenyamanan berkendara. Namun, apa saja bahan penyusun aspal hotmix dan bagaimana proses pencampurannya? Artikel ini kan menjelaskan hal tersebut dengan singkat dan mudah dipahami. Aspal Hotmix Aspal Hotmix adalah bahan utama dalam pembuatan jalan yang […]"

Penggunaan Aspal Hotmix banyak terdapat dalam konstruksi jalan raya di Indonesia. Aspal ini memiliki keunggulan dalam hal ketahanan, stabilitas, dan kenyamanan berkendara. Namun, apa saja bahan penyusun aspal hotmix dan bagaimana proses pencampurannya? Artikel ini kan menjelaskan hal tersebut dengan singkat dan mudah dipahami.

Aspal Hotmix

bahan penyusun aspal hotmix

Aspal Hotmix adalah bahan utama dalam pembuatan jalan yang kokoh dan tahan lama dan paling sering digunakan oleh jasa pengaspalan.

Kombinasi aspal dengan agregat panas ini menciptakan permukaan jalan yang halus serta tahan terhadap cuaca ekstrem dan beban berat. Kualitasnya yang superior membuatnya menjadi pilihan utama dalam proyek konstruksi jalan. Daya tahan terhadap retak dan deformasi membuatnya ideal untuk lalu lintas padat.

Proses produksi Aspal Hotmix membutuhkan suhu tinggi untuk mencapai kekuatan optimal. Dan suhu optimal gelar aspal hotmix juga harus diperhatikan untuk hasil maximal.

Dengan teknologi mutakhir, aspal ini memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan pada pengguna jalan. Gunakanlah Aspal Hotmix untuk memastikan infrastruktur jalan yang berkualitas dan handal.

Komposisi dan Bahan Penyusun Aspal Hotmix

Pihak yang berwenang harus menetapkan spesifikasi teknis yang sesuai untuk komposisi dan material penyusun aspal hotmix. Spesifikasi teknis ini meliputi persyaratan mutu, gradasi, kadar aspal, kadar filler, kadar air, dan lain-lain. Berikut adalah beberapa contoh material penyusun aspal hotmix beserta komposisinya:

1. Agregat Kasar

  • Agregat kasar harus memenuhi persyaratan kekuatan, kekeringan, kebersihan, kelekatan terhadap aspal, dan kekekalan bentuk untuk digunakan dalam aspal hotmix. Untuk agregat kasar juga harus memiliki bentuk butiran yang angular (menyudut) agar dapat memberikan stabilitas yang tinggi pada campuran.
  • Komposisi agregat kasar untuk aspal hotmix biasanya berkisar antara 30% hingga 50% dari total berat campuran.

2. Agregat Halus

  • Agregat halus harus memenuhi persyaratan kekuatan, kekeringan, kebersihan, kelekatan terhadap aspal, dan kekekalan bentuk untuk digunakan dalam aspal hotmix. Pada agregat halus juga harus memiliki tekstur permukaan yang kasar agar dapat memberikan ketahanan selip (skid resistance) yang baik pada campuran.
  • Komposisi agregat halus untuk aspal hotmix biasanya berkisar antara 20% hingga 40% dari total berat campuran.

3. Filler

  • Menggunakan filler untuk aspal hotmix harus memenuhi beberapa persyaratan. Yaitu kadar air, kadar abu tidak larut dalam asam klorida 10% dan kadar karbon dioksida tidak lebih dari 4%. Ini termasuk dan nilai plastisitas tidak lebih dari 6%. Bahan penyusun aspal hotmix ini juga harus memiliki ukuran butiran yang sangat halus agar dapat mengisi ruang kosong antara agregat kasar dan halus. Filler dengan butiran halus juga dapat meningkatkan kekentalan aspal.
  • Komposisi filler untuk aspal hotmix biasanya berkisar antara 5% hingga 10% dari total berat campuran.

4. Aspal Pengikat

  • Aspal pengikat harus memenuhi persyaratan viskositas, penetrasi, titik lembek, titik nyala, titik bakar, dan lainnya untuk digunakan dalam aspal hotmix. Untuk aspal pengikat juga harus memiliki sifat kohesi yang baik agar dapat melapisi permukaan agregat dan filler secara merata dan kuat.
  • Komposisi aspal pengikat untuk aspal hotmix biasanya berkisar antara 4% hingga 7% dari total berat campuran.

Baca juga: Pengertian Lapen Aspal, Fungsi, Jenis, Keunggulan dan Kekurangan.

Proses Pencampuran Bahan Penyusun Aspal

Asphalt Mixing Plant (AMP) melakukan proses pencampuran material penyusun aspal hotmix. AMP adalah seperangkat mesin yang berfungsi untuk memproduksi campuran beraspal panas. Proses pencampuran ini meliputi beberapa tahapan, yaitu:

1. Persiapan Bahan Baku

Menyiapkan bahan baku yang terdiri dari agregat kasar, agregat halus, filler, dan aspal pengikat sesuai dengan spesifikasi. Kemudian memasukkan bahan baku ke dalam bin dingin (cold bin). Yaitu tempat penyimpanan bahan baku sebelum diproses lebih lanjut.

2. Pengeringan Agregat

Kemudian mengangkut agregat kasar dan halus yang berada di dalam bin dingin ke unit pengering (dryer). Yaitu mesin yang berfungsi untuk mengeringkan dan memanaskan agregat hingga mencapai suhu tertentu, biasanya sekitar 145°C hingga 150°C2. Pengeringan agregat ini bertujuan untuk menghilangkan kadar air yang dapat mengganggu proses pencampuran dengan aspal.

3. Pemisahan Agregat

Unit pengering memisahkan agregat kering dan panas berdasarkan ukuran butirannya menggunakan hot screen. Yaitu alat yang berfungsi untuk menyaring material penyusun aspal hotmix (agregat) dengan berbagai ukuran saringan. Memisahkan agregat bertujuan untuk mendapatkan gradasi yang sesuai dengan spesifikasi.

4. Penyimpanan Agregat

Setelah kita memisahkan agregat sesuai dengan ukuran butirannya kemudian kita simpan di dalam bin panas (hot bin). Yaitu tempat penyimpanan agregat kering dan panas sebelum dicampur dengan aspal. Bin panas ini dilengkapi dengan alat pengukur berat (weigh hopper). Mengukur berat agregat sesuai dengan komposisi adalah tujuannya.

5. Pencampuran Aspal

Kemudian memompa aspal pengikat yang berada di dalam tangki penyimpanan aspal (asphalt tank) ke dalam unit pemanas aspal (asphalt heater). Yaitu mesin yang berfungsi untuk memanaskan aspal hingga mencapai suhu tertentu, biasanya sekitar 150°C hingga 160°C2. Kemudian memompa Aspal panas ini ke dalam alat pengukur aspal (asphalt weigh hopper). Mengukur berat aspal sesuai dengan komposisi adalah tujuannya.

Kemudian mencampur aspal panas, agregat kering dan panas di dalam unit pencampur (mixer). Yaitu mesin yang berfungsi untuk mencampur aspal dan agregat secara merata dan homogen. Kemudian menyimpan campuran beraspal panas dalam silo penyimpanan (storage silo). Atau langsung mengangkut ke lokasi pemasangan menggunakan truk

Kesimpulannya, aspal hotmix adalah jenis aspal yang terbuat dari campuran agregat kasar, agregat halus, filler, dan aspal pengikat. Pihak yang berwenang harus menetapkan spesifikasi teknis yang sesuai untuk mengatur komposisi dan material penyusun aspal hotmix ini. Proses mencampur bahan penyusun aspal hotmix meliputi beberapa tahapan seperti yang sudah dijelaskan. (Ditulis oleh: perbaikanjalan.co.id).

Butuh Jasa Pengaspalan Terpercaya?

Konsultasikan kebutuhan perbaikan jalan dengan tim ahli kami. Survei & RAB 100% Gratis.

Scroll to Top